Selasa, 23 Juni 2015

WISATA MENARIK

JURUG OMAS NU ENDAH..

Kawasan Bandung Utara dengan udara yang sejuk serta keasria yang terjaga (harapan)  kita semua, yang meyimpan berbagai wisata alam yang menawan serta menjadi destinasi yang cocok buat semua orang yang berniat untuk melepas penat diakhir minggu dengan sekedar berjalan - jalan atau sekedar mencari suasana baru. Disana menawarkan berbagai keindahan alam yang pasti akan membuat kita bersyukur karena kita masih bisa meliahat keagungan ciptaan Tuhan YME.. Amiiin..
Tanpa panjang lebar kita cusss otw ke Kawasan Maribaya. Kawasan ini terkenal dengan keindahan alamnya, pesona bukitnya, serta keanggunan pegunungannya. Di Maribaya juga banyak terdapat objek wisata yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Salah satu contohnya ialah Curug Omas. Eits, bukan Omaswati, yang pelawak itu. Tapi air terjun/ curug yang dinamakan Curug Omas yang berada di Lembang.  Objek wisata ini menawarkan pesona air terjun dan keindahan alam di sekitarnya. Curug Omas berada di dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda di lokasi wisata Maribaya. Curug ini memiliki ketinggian terjunan air sekitar 30 meter dengan kedalaman 10 m yang berada di aliran sungai Cikawari. Di atas air terjun ini terdapat jembatan yang dapat digunakan untuk melintas dan melihat air terjun dari posisi atas.
Ketika masuk ke objek wisata ini maka otomatis kesegaran udaranya akan langsung menyapa Anda. Sejuknya udara tersebut tentu tak akan Anda rasakan di kota - kota besar yang banyak terdapat kemacetan serta polusinya yang menggila. Para pengunjung yang datangpun begitu menikmati keadaan serta sejuknya udara tersebut dengan, misalnya, menggelar tikar untuk sekadar tidur - tiduran, atau hanya duduk - duduk.
Sudah barang tentu pengunjung yang datang bukan hanya duduk - duduk saja, melainkan menyaksikan eksotisme air yang terjun yang deras dengan percikan air yang menyegarkan ketika sampai dikulit. Inilah Curug Omas yang terkenal itu. Gemuruh air terjun terdengar dari area di sekitarnya, menggugah kita untuk mendekatinya. Disana disediakan jembatan yang tepat berada di atas air terjun, sehingga memudahkan kita untuk menikmati pemandangan air terjun dari atas.
Selain menampilkan pesona alam yang indah, bagi anda yang suka hiking, anda bisa menikmati hal tersebut disini. Dari lokasi wisata ini, kita bisa sampai ke Taman Hutan Raya Ir H Juanda dengan menempuh jarak kurang lebih 5 km. Dengan jarak yang lumayan jauh, Anda bisa mendapatkan kepuasan tersendiri bagi anda yang memang hobi dengan petualangan alam.
Tepat diatas Curug Omas ada sebuah jembatan yang bisa memacu adrenalin yang melintasinya. Demikian juga dengan dibawah curug tersebut ada sebuah jembatan lagi yang melintasi aliran air sungai yang mengalir dari curug tersebut. Dengan melihat Air Terjun Omas maka Anda akan diperlihatkan dengan dasar sungai yang merupakan pertemuan dua aliran sungai Cikawari dan Cigulun yang nantinya menjadi daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung Hulu. Aliran ini mengalir dan berbelok membelah kawasan Tahura tersebut.
Selain Curug Omas di aliran sungai ini terdapat pula Curug Cigulung, Curug Cikoleang, Curug Dago dan Curug Cikawari yang masing-masing berketinggian sekitar 15 m, 16 m dan 14 m. Ketiga curug ini dikenal dengan sebutan Curug Maribaya. Di kawasan ini juga ada curug lain yaitu Curug Lalay yang lokasinya tak jauh dari Curug Omas.


Gambar : Curug Omas

Lokasi
Terletak di Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS : 6° 49' 51.64" S 107° 39' 18.45" E

Rabu, 17 Juni 2015

POTENSI DAERAH DI BAGIAN CIAMIS UTARA

IDENTIFIKASI POTENSI KABUPATEN CIAMIS

      Setelah Pangandaran dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis tidak lagi memiliki wilayah laut yang kurang lebih mencapai 25% dari luas wilayah Kabupaten Ciamis yaitu sekitar 67.340 ha. Tentunya hal ini mengurangi potensi unggulan daerah yang akan memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Ciamis. Mengingat Pangandaran adalah penyumbang PAD terbesar, dan salah satu potensi unggulan Kabupaten Ciamis yang menyuguhkan Panoramana Pantai yang begitu indah, serta menyediakan potensi perikanan laut yang merupakan salah satu penghasil hasil laut terbesar di Jawa Barat. Namun tidak sampai disana, Kabupaten Ciamis masih mempunyai potensi daerah yang bisa dikembangkan. Yaitu Potensi Pariwisata budaya dan Potensi Agribisnis.

Potensi Pariwisata Budaya di Kabupaten Ciamis


 Photo Mapping Potensi Pariwisata Kab. Ciamis
Keterangan :
1.     Curug Tujuh
2.     Upacara Nyangku
3.     Pangcalikan Gunung Padang
4.     Tari Ronggeng Gunung
5.     Situs Jambansari
6.     Situs Gunung Susuru
7.     Situs Karang Kamulyan
8.     Situs Keramat Kuning
9.     Kampung Kuta
10.  Situ Mustika
11.  Situs Situs Kertabumi
12.  Situs Tambaksari
13.  Tari Ronggeng Amen
14.  Situs Astana Gede
15.  Situ Lengkon

        Kabupaten Ciamis merupakan peninggalan Sejarah Kerajaan Galuh yang meninggalkan banyak tradisi dan budaya yang masih dihormati sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Ciamis, adapun Potensi Wisata Budaya yang ada di kabupaten Ciamis sebagai berkiut :
1)   Kampung Kuta
Kampung Kuta merupakan Kmpung Adat yang berada di Desa Karangpaninggal Kecamatan Cisaga. Kampung ini membunyai atran adat Sunda Buhun, konon jaman dulu kampung ini sempat akan menjadi ibu kota kerajaan galuh, namun tidak jadi.
2)  Batik Ciamis
Batik khas Ciamis ini sangat khas dengan motif yang sederhana namun mengandung nilai budaya dan seni yang tinggi.
3)  Tari Ronggeng Amen
Ronggeng Amen merupakan pengayaan dari seni Ronggeng Gunung. Disebut Ronggeng Kaler karena asal dan daerah penyebarannya di wilayah bagian utara Kabupaten Ciamis atau Kuningan, yang perpaduannya menghasilkan Ronggeng Amen/Kidul yang lebih "laku" di masyarakat, mungkin karena lebih meriah sebab sudah menggunakan gamelan kliningan dan lagu-lagu Rancagan
4)  Tari Ronggeng Gunung
Ronggeng Gunung merupakan bentuk kesenian tradisional khas Kabupaten Ciamis dengan tampilan seorang atau lebih penari. Berasal dari Kecamatan Kawali. Biasanya dilengkapi dengan gamelan dan nyanyian atau kawih pengiring, sang penari utama adalah seorang perempuan yang dilengkapi dengan sebuah selendang.
5)  Upcara Nyangku
Upacara Adat Nyangku adalah salah satu upacara adat tradisional warisan leluhur keturunan Panjalu, yang diamanatkan oleh Prabu Sanghyang  Borosngora, raja Panjalu Islam pertama yang menyebarkan agama Islam.  “Nyangku” berasal dari bahasa Arab “Yanko”, yang artinya  membersihkan benda-benda pusaka keturunan Panjalu, upacara diselenggarakan sebagai pernyataan rasa syukur atas perjuangan untuk melaksanakan amanat Panjalu dalam menjaga kelestarian nilai sejarahnya.
6)  Tari Gondang
Gondang, atau di Ciamis disebut Gondang Buhun, adalah seni tetabuhan (tutunggulan) yang disertai dengan nyanyian. Alatnya adalah sebuah lisung (lesung, wadah untuk menumbuk padi) dan halu (alu), penumbuk padi terbuat dari sebatang kayu. Gondang yang dimainkan dalam rangka upacara mapag sri atau ngampihkeun (menyimpan padi ke lumbung) biasanya dilakukan selepas panen.
7)  Astana Gede Kawali (Situs purbakala)
Situs Kawali yang disebut juga Astana Gede dikenal sebagai komplek peninggalan sejarah dan budaya masa lampau, yaitu pada masa kerajaan Galuh sekitar abad ke- 1 4 Masehi. Astana Gede Kawali merupakan tempat suci pada masa pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh di Kawali. 
8)  Situs Tambaksari (Situs purbakala)
Situs Tambaksari merupakan peninggalan prasejarah, yang menyimpan beberapa benda peninggalan prasejarah seperti fosil binatang purbakala dan benda-benda zaman megalitikum.
9)  Situs Karang Kamulyan (Situs purbakala)
Situs Karangkamulyan merupakan situs dari masa Hindu-Buddha. Dan Situs ini merupakan peninggalan masa Kerajaan Galuh.
10)  Situs Pangcalikan Gunung Padang (Situs purbakala)
Situs Pangcalikan Gunung Padang merupakan peniggalan Kerajaan Galuh. Yang terletak di Desa Sukaresik, Kecamatan Cikoneng terdapat semacam hutan lindung yang di dalamnya terdapat objek peninggalan purbakala yang oleh masyarakat setempat dinamakan pangcalikan. Pada kompleks situs Pangcalikan Gunung Padang terdapat objek berupa bangunan berundak, makam, dan kolam.
11) Situs Jambansari
Situs ini merupakan kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16, yang berkuasa dari tahun 1839 - 1886.
12) Situs Gunung Susuru
Situs Gunung Susuru merupakan tingalan punden berundak dari masa Kerajaan Hindu (Masa Klasik). Disana terletak 3 buah goa yang mempesona, 1 buah sumur batu dan peninggalan lainnya seperti manik-manik, keramik, senjata, batu pipisan, batu peluru dan lain-lain.
13) Keramat Kuning lakbok (Situs purbakala)
Peninggalan arkeologik dari masa klasik lainnya adalah beberapa benda di Keramat Kuning Lakbok. Situs ini berada di Desa Sukanegara, Kecamatan Lakbok.
14) Wisata Kelauarga
Wisata keluarga merupakan saran buat berkumpul untuk sekedar melepas lelas di akhir pekan. di daerah Ciamis sebagai wahan air pertama di Kabupaten Ciamis yang dimiliki swasta yaitu Water Boom Icakan Ciamis.
    Selain beberapa wisata budaya di atas ada objek wisata alam yang juga menjadi potensi pariwisata Kabupaten Ciamis antara lain :
1)      Situ Lengkong, di Kecamatan Panjalu
2)      Curug tujuh, di Kecamatan Panjalu
3)      Situ Mustika, di Kecamatan Cisaga.

Potensi Agribisnis di Kabupaten Ciamis
Sebagai penggerak utama roda perekonomian, sektor agrobisnis didominasi tanaman pangan dan hortikultura. Komoditas unggulannya adalah padi, jagung, kedelai, cabai, dan pisang dengan sentra di Kecamatan Sukamantri, Tambaksari, dan Sukadana. Produksi kedelai tiap tahun sekitar 4.000 ton dengan sentra di Kecamatan Padaherang, Banjarsari, dan Mangunjaya.
Pada hortikultura, pisang dan cabai merupakan komoditas unggulan. Produksi pisang di Ciamismencapai 2.304.910 ton, sedangkan cabai 28.200 ton. Kualitas cabai merah daerah ini lebih baik dibandingkan dengan daerah lain.
Peternakan unggas juga menjadi unggulan. Setiap tahun Ciamis menghasilkan hampir 54.000 ton atau memasok 24 persen terhadap produksi daging ayam broiler di Jawa Barat dengan pusat di Kecamatan Rajadesa, Panumbangan, dan Langkaplancar


 Photo Mapping Potensi Agribisnis Kab. Ciamis

Keterangan :
1.     Ayam Pedaging tipe Boiler
2.     Kacang Kedelai
3.     Cabai Merah
4.     Pisang
5.     Jagung
6.     Padi

sumber
http://nurhakimramdani.blogspot.com/2014/10/potensi-agribisnis-dan-parawisata.html
Dengan Perubahan

Selasa, 16 Juni 2015

PALEMBURAN

DESA SAGALAHERANG KEC PANAWANGAN KAB CIAMIS PROV JAWA BARAT

Disini sebagai perkenalan saya dan daerah tempat tinggal saya. Saya yang tinggal di Negara Indonesia he =>. Daerahnya yang masih asri dan alami membuat saya bangga akan tempat tinggal sekaligus tempat lahir serta tumbuh dan berkembang abi (b.sunda). Meski jauh dari ibukota Provinsi saya bangga akan derah tempata tinggal saya, tepatnya Di Dusun Pahing RT 05 RW 03 Desa Sahalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat 46255.

Peta Kecamatan Panawang

Kecamatam Panawangan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat,  Indonesia. Kecamatan ini berbatasan disebelah utara dengan Kecamatan Sukamantri, sebelah timur dengan Kecamatan Cikijing, sebelah selatan dengan Kecamatan Rajadesa, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Lumbung. Kecamatan panawangan terbagi atas 18 Desa, yang dibagi menjadi beberapa Dusun. Pusat Pemerintahan berada di Desa Panawangan.
Desa Kertajaya, Mekarbuana, Nagarawangi, dan Natanegara adalah desa-desa yang mengalami pemekaran pada bulan Januari 2013. Desa yang berada di Kecamatan Panawangan yaitu :
  1. Bangunjaya
  2. Cinyasag
  3. Gardujaya
  4. Girilaya
  5. Indragiri
  6. Jagabaya
  7. Karangpaningal
  8. Kertajaya
  9. Kertayasa
  10. Mekarbuana
  11. Nagarajati
  12. Nagarajaya
  13. Nagarapageuh
  14. Nagarawangi
  15. Natanegara
  16. Panawangan
  17. Sadapaingan
  18. Sagalaherang
Sebagian besar wilayah Kecamatan Panawangan merupakan berupa dataran tinggi. Kecamatan Panawangan berada di jalan lintas antar kabupaten dan provinsi khusunya jalur Ciamis-Cirebon. Sarana Transportasi angkutan umum bisa menggunakan bus dan elf Jurusan Tasik - Cirebon. Pelayanan antar-kirim surat, barang, dan titipan dana dapat dilakukan melalui Kantor Pos di kecamatan. Sambungan telepon-tetap telah menjangkau untuk daerah Desa Panawangan serta Desa Sagalaherang, kecuali di areal pegunungan yang masih belum diinstalasi. Untuk kepentingan telekomunikasi bergerak, di pusat kecamatan, semua operator selular GSM nasional dan beberapa operator CDMA telah dapat dimanfaatkan dengan cukup baik, juga di beberapa desa sekitarnya. Sementara desa-desa lainnya baru dijangkau operator GSM. Di beberapa Desa, Internet juga telah dapat diakses melalui sambungan telepon-tetap. Untuk di bidang kesehatan di Kecamatan terdapat klinik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), juga terdapat beberapa Praktik Dokter Swasta.

      Panawangan mempunyai panorama pemandangan yang sangat indah, udara yang sejuk, serta orang-orangnya yang ramah. Panawangan juga sangat terkenal dengan makanan khasnya yaitu Ketupat yang biasa orang-orang menyebut sebagai makanan khas lebaran.  Untuk suhu di Kecamatan Panawangan rata-rata berkisar 25°C. Jadi untuk daerah ini lumayan dingin.


    Tak kalah eksotiknya Desa Sagalaherang yang mempunyai beragam sumberdaya alam serta budaya yang  beragam pula. Desa Sagalaherang terbagi menjadi 7 dusun atau kampung yaitu :
  1. Dusun Pahing
  2. Dusun Manis
  3. Dusun Puhun
  4. Dusun Stigede
  5. Dusun Kaliwon
  6. Dusun Mekar Jaya
  7. Dusun Nagarasuka
     Semua daerah tersebut memiliki keunikan dan keragaman yang amat menarik, terutama pemandangan hijau yang tertata begitu beragam karya sang maha kuasa.
Demikian sedikit info tentang Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan semoga bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Terima kasih dan maaf bila banyak kekurangan.


Sumber : http://rudihadisuwarno666.blogspot.com Dengan perubahan.